Laptop menampilkan halaman produk toko online

Chat Tidak Datang Rata Sepanjang Hari

Kalau kamu menjaga chat toko sendiri, kamu sudah tahu ritmenya. Pagi sampai tengah hari relatif tenang, lalu ada gelombang di jam istirahat, dan gelombang paling besar datang setelah jam sembilan malam.

Di jam-jam itu pertanyaan masuk bersamaan dari beberapa kanal, sementara kamu sedang mengemas paket atau sudah ingin tidur. Yang terjadi kemudian bisa diduga: beberapa chat terlewat, dan beberapa pembeli pergi ke toko lain.

Melatih diri mengetik lebih cepat tidak menyelesaikan ini. Yang menyelesaikan adalah menyiapkan jawaban sebelum pertanyaannya datang, dan mengatur urutan mana yang dijawab lebih dulu.

Artikel ini membahas cara menangani jam sibuk tanpa menambah orang, mulai dari mengenali polanya sampai mengukur apakah penanganannya benar-benar membaik.

Mengetahui Jam Sibukmu Sendiri

Pola umum berguna sebagai titik awal, tetapi tokomu punya polanya sendiri. Toko perlengkapan bayi berbeda dari toko sparepart, dan keduanya berbeda dari toko kue.

Cara mencarinya sederhana. Selama satu pekan, catat jumlah chat masuk per dua jam. Satu lembar kertas di meja sudah cukup, tidak perlu alat apa pun.

Setelah sepekan, dua atau tiga blok waktu akan terlihat jauh lebih padat daripada yang lain. Itu jam yang perlu dijaga, dan sisanya bisa diperlakukan lebih santai.

Perhatikan juga hari dalam sepekan. Di banyak toko, Senin dan Jumat punya perilaku yang berbeda, dan akhir pekan sering jadi puncak tersendiri.

Ulangi pencatatan ini saat musim berubah. Pola pada pekan biasa berbeda jauh dari pola saat tanggal kembar, Ramadan, atau tahun ajaran baru.

Lima Pertanyaan yang Mengisi Sebagian Besar Chat

Kalau kamu membaca ulang percakapan sebulan terakhir, sebagian besar isinya berulang. Daftarnya hampir selalu mirip di semua toko ritel.

  • Apakah stoknya masih ada, dan tersedia warna atau ukuran apa saja.
  • Berapa ongkir ke kota tertentu, dan apakah ada potongan.
  • Berapa lama barang sampai, dan apakah bisa dikirim hari ini.
  • Harga pastinya, termasuk untuk pembelian jumlah banyak.
  • Apakah barangnya cocok untuk kebutuhan tertentu yang mereka sebutkan.

Empat pertama adalah informasi, dan informasi tidak perlu kamu pikirkan ulang setiap kali. Pertanyaan kelima yang benar-benar butuh penilaian manusia.

Begitu kamu memisahkan keduanya, jam sibuk berubah dari banjir menjadi antrean yang bisa diurus.

Catat pula urutan munculnya. Pertanyaan ongkir hampir selalu datang setelah pertanyaan stok, jadi menyebut keduanya dalam satu balasan memotong satu putaran percakapan penuh.

Presentasi di ruang rapat dengan layar besar
Presentasi di ruang rapat dengan layar besar. Foto: Unsplash

Menyiapkan Jawaban Siap Pakai yang Tidak Terasa Kaku

Struktur yang Bekerja

Jawaban yang baik punya tiga bagian: menjawab pertanyaannya, memberi satu informasi yang kemungkinan ditanyakan berikutnya, dan menutup dengan langkah selanjutnya.

Contohnya, saat ditanya stok: sebutkan tersedia atau tidak, sebutkan varian yang ada, lalu tanyakan mau dikirim ke kota mana. Satu balasan itu memotong dua putaran percakapan.

Yang Membuat Jawaban Terasa Robot

Sapaan panjang di setiap balasan, huruf besar semua, dan kalimat formal yang tidak dipakai orang saat bicara. Ketiganya membuat pembeli merasa sedang mengisi formulir.

Tulis jawaban siap pakai dengan bahasa yang biasa kamu pakai. Pembeli tidak keberatan dengan balasan yang cepat dan singkat, mereka keberatan dengan balasan yang tidak menjawab.

Mengatur Urutan Mana yang Dijawab Dulu

Saat dua puluh chat masuk bersamaan, menjawab dari atas ke bawah terasa paling adil tetapi bukan yang paling berguna.

Dahulukan percakapan yang sudah dekat ke keputusan: orang yang menanyakan total pembayaran, orang yang sudah memilih varian, dan orang yang pesanannya menunggu konfirmasi.

Cara mengenalinya cepat: lihat apakah pembeli sudah menyebut varian, jumlah, atau kota tujuan. Kalau sudah, dia sedang menghitung, dan balasan yang datang dalam beberapa menit sering menentukan.

Kelompok kedua adalah keluhan dan pertanyaan soal pesanan yang sedang berjalan.

Ini mendesak karena berhubungan dengan penilaian tokomu.

Pertanyaan umum yang masih jauh dari keputusan boleh menyusul, asalkan tidak dilupakan. Cara lain mengurai tumpukan chat dibahas di artikel tentang menangani chat customer yang membludak.

Kalau Ada Lebih dari Satu Orang yang Menjawab

Menambah orang di jam sibuk sering menimbulkan masalah baru: dua admin menjawab satu pembeli dengan dua jawaban berbeda.

Bagi berdasarkan kanal atau jenis pertanyaan, bukan berdasarkan siapa yang sedang sempat. Satu orang menangani chat marketplace, satu lagi menangani WhatsApp, dan keduanya tahu batasnya.

Sepakati juga tanda sederhana bahwa sebuah percakapan sudah diambil seseorang, misalnya label atau catatan singkat. Tanpa itu, dua orang akan membalas pembeli yang sama dalam selang beberapa detik.

Simpan daftar jawaban baku di tempat yang bisa dibuka keduanya, dan sepakati siapa yang boleh memberi potongan harga. Pembahasan soal ini ada di artikel tentang multi-admin tanpa jawaban yang saling bertabrakan.

Pemilik bisnis membalas chat calon pembeli lewat smartphone sambil bekerja dengan laptop
Pemilik bisnis membalas chat calon pembeli lewat smartphone sambil bekerja dengan laptop. Foto: Unsplash

Chat Marketplace dan WhatsApp: Dipisah atau Disatukan

Banyak penjual membuka kedua kanal sekaligus, lalu kewalahan berpindah aplikasi. Pertanyaannya bukan mana yang lebih baik, melainkan bagaimana keduanya tidak saling mengganggu.

Chat marketplace biasanya berisi pertanyaan sebelum membeli, dan jawabannya harus cepat karena pembeli sedang membandingkan beberapa toko di waktu yang sama.

WhatsApp lebih banyak dipakai pelanggan yang sudah mengenal tokomu: pesanan ulang, pertanyaan lanjutan, dan pesanan jumlah besar. Nada percakapannya lebih personal dan tidak selalu harus dijawab dalam hitungan detik.

Yang perlu dijaga adalah informasinya tetap sama di kedua tempat. Prinsip menyatukan pengalaman antar kanal dibahas di artikel tentang menyatukan semua kanal.

Jam Malam, Akhir Pekan, dan Hari Libur

Gelombang chat terbesar hampir selalu datang di waktu yang paling tidak nyaman untuk dijaga. Ini kenyataan yang tidak bisa diubah, hanya bisa disiapkan.

Langkah paling dasar adalah menyatakan jam layananmu secara terbuka, lalu menyiapkan balasan otomatis yang berisi informasi, bukan sekadar permintaan menunggu. Sebutkan jam berapa kamu membalas dan ke mana pembeli bisa melihat stok serta ongkir.

Kebiasaan yang menolong: luangkan dua puluh menit sebelum tidur hanya untuk menjawab chat yang mendekati keputusan, dan sisakan sisanya untuk pagi.

Kalau kamu memakai jasa teknisi atau kurir sendiri untuk mengantar, beri tahu pembeli perkiraan jamnya pada hari itu. Pertanyaan “sampai jam berapa” adalah salah satu penyumbang chat terbesar di akhir pekan.

Di hari libur panjang, umumkan jadwal pengiriman terakhir beberapa hari sebelumnya. Sebagian besar keluhan di masa libur bukan soal tutup, melainkan soal tidak diberitahu.

Mengukur Apakah Penanganan Chat-mu Membaik

Tanpa ukuran, perbaikan hanya terasa sebagai capek yang berbeda. Dua angka sudah cukup untuk tahu arahnya.

Pertama, berapa lama rata-rata chat pertama dibalas pada jam sibuk. Kedua, berapa banyak chat yang akhirnya berujung pesanan dalam seminggu.

Keduanya bisa dicatat tangan tanpa alat tambahan, cukup sekali seminggu di jam yang sama.

Misalkan dari seratus orang yang bertanya, dua puluh memesan. Kalau setelah kamu menyiapkan jawaban baku angkanya menjadi dua puluh enam, perubahan itu nyata dan layak dipertahankan.

Catat juga pertanyaan yang paling sering muncul setiap bulan. Setiap pertanyaan berulang adalah tanda ada informasi yang belum jelas di halaman produkmu, dan memperbaikinya mengurangi chat di jam sibuk berikutnya.

Kenapa Bisnismu Harus Pakai Halo AI

Masalah jam sibuk pada dasarnya soal jumlah: pertanyaan datang bersamaan, sementara tangan yang menjawab hanya satu. Halo AI menyelesaikan bagian jumlah itu.

Empat pertanyaan informasi tadi bisa dijawab seketika, berapa pun yang masuk pada saat yang sama. Pembeli tidak perlu menunggu nomor antrean, dan kamu tidak perlu memilih siapa yang dibalas lebih dulu.

Perhatianmu tersisa untuk pertanyaan kelima, yang memang butuh penilaian manusia: barang mana yang cocok, permintaan khusus, dan pesanan jumlah besar.

Karena satu sumber jawaban dipakai di semua kanal, informasi di chat marketplace dan di WhatsApp tidak lagi berbeda. Itu menghilangkan jenis keluhan yang paling melelahkan untuk diurus.

Dan ketika sebuah percakapan perlu kamu tangani sendiri, ia dialihkan ke timmu lengkap dengan riwayatnya, sehingga pembeli tidak perlu mengulang ceritanya dari awal.

Kesimpulan: Siapkan Jawaban Sebelum Gelombangnya Datang

Jam sibuk tidak bisa dihindari, dan mengetik lebih cepat bukan jawabannya. Yang bekerja adalah mengetahui jam sibukmu, menyiapkan jawaban untuk pertanyaan yang sudah pasti berulang, dan punya urutan prioritas yang jelas.

Mulailah dari pekerjaan yang paling murah: catat chat per dua jam selama sepekan, lalu tulis lima jawaban baku. Dua hal itu saja sudah mengubah suasana jam sibukmu.

Setelah itu perbaiki halaman produk berdasarkan pertanyaan yang paling sering masuk. Chat yang tidak perlu datang adalah chat yang paling cepat dijawab.

Kalau kamu ingin gelombang malam dan tanggal kembar tetap terjawab tanpa menambah orang, lengkapi tokomu dengan Halo AI, dan biarkan jam paling ramai berhenti menjadi jam paling banyak kehilangan pembeli.

Posted in

Discover more from Halo AI | AI Sales No.1

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading