Pembeli membawa tas belanja kertas

Jalur yang Dilewati Hampir Semua Pembeli

Di setiap toko ada jalur tak terlihat yang dilewati hampir semua orang. Jalur itu terbentuk dari posisi pintu, letak kasir, dan arah rak, bukan dari keinginan pemiliknya.

Kalau barang yang paling menguntungkan berada di luar jalur itu, barang tersebut praktis tidak terlihat. Banyak pemilik toko menyimpulkan produknya tidak diminati, padahal produknya tidak pernah dilewati.

Penempatan barang adalah salah satu perbaikan ritel yang paling murah. Kamu tidak membeli apa pun, hanya memindahkan apa yang sudah ada.

Yang dibutuhkan hanya kesediaan mengamati ke mana orang berjalan, lalu menerima bahwa susunan yang paling nyaman untuk pemilik toko belum tentu yang paling masuk akal untuk pembeli.

Zona Pertama: Tiga Langkah Setelah Pintu

Tiga langkah pertama setelah masuk hampir tidak menghasilkan penjualan. Pada jarak itu orang masih menyesuaikan diri dengan cahaya, suhu, dan suasana.

Karena itu zona ini sebaiknya lapang, bukan dipenuhi rak. Rak yang berdiri persis di depan pintu memaksa orang berhenti dan memilih arah terlalu cepat, dan sebagian memilih keluar.

Yang pantas diletakkan di sini adalah penanda arah dan barang yang menjelaskan jenis tokomu. Keranjang belanja juga sebaiknya ada di titik ini, karena orang yang memegang keranjang membeli lebih banyak daripada yang memegang barang di tangan.

Arah Berjalan yang Alami

Setelah melewati zona pertama, sebagian besar orang bergerak ke arah yang sama.

Di banyak toko dengan pintu di tengah, orang cenderung bergerak ke kanan lalu memutar berlawanan arah jarum jam. Pola ini tidak mutlak, tetapi cukup sering muncul sehingga pantas diperiksa di tokomu sendiri.

Cara memeriksanya sederhana: perhatikan di mana lantai paling cepat kotor dan di mana ujung rak paling sering tersentuh. Dua tanda itu menunjukkan jalur sebenarnya.

Setelah jalurnya diketahui, letakkan barang bermargin baik di sepanjang jalur itu, dan barang yang memang dicari orang di ujung terjauh. Pembeli yang mencari gula atau minyak akan berjalan sampai ujung, dan sepanjang jalan dia melewati barang lain.

Rak Setinggi Mata dan Rak yang Terlewat

Pada satu rak yang sama, tiap ketinggian punya nilai berbeda.

Zona Mata dan Zona Tangan

Ketinggian antara dada dan mata adalah yang paling sering diambil. Di bawahnya masih terjangkau, sedangkan rak paling bawah biasanya hanya dilihat orang yang sudah tahu persis apa yang dicarinya.

Rak Paling Atas untuk Stok, Bukan untuk Jualan

Rak di atas kepala berguna untuk menyimpan cadangan, bukan untuk barang yang ingin kamu dorong. Kalau barang laku terpaksa ditaruh di atas, sediakan satu contoh di zona mata.

Satu catatan yang sering terlupa: ketinggian mata anak berbeda. Toko mainan, toko buku, dan apotek yang banyak melayani keluarga perlu memikirkan dua ketinggian sekaligus.

Gudang logistik dengan forklift dan tumpukan barang
Gudang logistik dengan forklift dan tumpukan barang. Foto: Unsplash

Barang yang Ditaruh Dekat Kasir

Area kasir adalah satu-satunya tempat di mana semua pembeli berhenti cukup lama. Nilainya tinggi, dan karena itu mudah disalahgunakan.

Yang cocok di sini adalah barang murah, kecil, dan tidak butuh pertimbangan: baterai, permen, tali rafia, kantong kecil, isi ulang pulsa. Keputusan membeli barang seperti ini bisa diambil dalam dua detik sambil menunggu.

Yang tidak cocok adalah barang mahal atau barang yang butuh penjelasan. Menempatkannya di kasir hanya memperlambat antrean dan membuat pembeli di belakang gelisah.

Perlu juga diingat bahwa area kasir yang terlalu penuh membuat proses pembayaran berantakan. Kalau pramuniaga sulit menemukan ruang untuk menata barang, dagangan di kasir sudah terlalu banyak.

Mengelompokkan Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Jenis

Banyak toko menata barang berdasarkan jenis karena itu cara gudang bekerja. Pembeli tidak berpikir seperti gudang.

Orang yang datang untuk memperbaiki keran tidak mencari rak berisi semua barang kuningan. Dia mencari keran, seal, dan selotip pipa sekaligus, dan ketiganya sering tersimpan di tiga sudut berbeda.

Mengelompokkan barang menurut pekerjaan yang ingin diselesaikan pembeli hampir selalu menaikkan jumlah barang per transaksi. Toko bangunan kecil bisa membuat sudut khusus perbaikan kamar mandi, toko kue bisa menyatukan loyang, kertas, dan pewarna.

Pola yang sama dipakai saat menawarkan barang pendamping lewat percakapan. Pembahasannya ada di artikel tentang strategi upselling lewat percakapan.

Paket Kecil di Ujung Rak

Ujung rak yang menghadap jalur utama adalah posisi kedua terbaik setelah kasir. Di sini paket sederhana bekerja dengan baik.

Dua atau tiga barang yang biasa dibeli bersama bisa ditaruh berdampingan dengan satu label yang menjelaskan isinya. Tidak perlu diskon besar, cukup kemudahan memilih.

Cara menyusun paket agar tetap menguntungkan dibahas di artikel soal bundling produk, dan prinsipnya sama saat paket itu dipajang di rak alih-alih ditawarkan di chat.

Seseorang fokus bekerja di depan laptop
Seseorang fokus bekerja di depan laptop. Foto: Unsplash

Lebar Jalan dan Kenyamanan Bergerak

Penempatan yang baik tidak ada gunanya kalau orang tidak bisa berdiri nyaman di depan rak.

  • Jalan utama sebaiknya cukup untuk dua orang berjalan berlawanan arah tanpa bersenggolan.
  • Jalan di antara rak minimal cukup untuk satu orang berdiri memilih sementara satu orang lewat.
  • Kardus dan stok jangan diletakkan di lantai jalur, terutama pada jam ramai sore.
  • Barang besar sebaiknya dekat pintu agar tidak dibawa melintasi seluruh toko.
  • Sudut yang gelap perlu lampu tambahan, karena rak yang redup dianggap tidak terurus.

Pada jam ramai, lorong yang sempit membuat sebagian pembeli membatalkan niat memilih. Mereka mengambil satu barang terdekat lalu menuju kasir.

Perhatikan juga jam ketika toko paling padat. Susunan yang terasa lapang pada pukul sebelas siang bisa terasa berjejal pada pukul lima sore, dan penempatan sebaiknya diuji pada kondisi tersibuk.

Label Harga Bagian dari Penempatan

Barang yang tertata rapi tetapi tanpa harga tetap kehilangan sebagian pembeli. Banyak orang enggan bertanya, terutama kalau pramuniaga sedang melayani orang lain.

Pastikan label menempel pada rak di bawah barangnya, bukan di badan barang yang bisa tertukar. Untuk barang yang sering berubah harga, label yang mudah diganti lebih penting daripada label yang rapi.

Label juga membantu pramuniaga. Ketika semua harga terbaca dari rak, mereka tidak perlu bolak-balik ke kasir dan bisa tetap berada di dekat pembeli yang sedang memilih.

Kalau satu rak berisi beberapa harga berbeda, tulis kisarannya di penanda rak. Pembeli yang tahu kisaran akan tetap memilih, sedangkan pembeli yang tidak tahu sering berjalan terus.

Menguji Ulang Penempatan Setiap Bulan

Penempatan bukan pekerjaan sekali selesai. Barang berganti, musim berganti, dan kebiasaan pembeli ikut bergeser.

Cara mengujinya sederhana: pilih satu barang yang menurutmu kurang laku, pindahkan ke zona mata di jalur utama, lalu catat penjualannya selama dua pekan. Bandingkan dengan dua pekan sebelumnya pada posisi lama.

Jangan memindahkan lima barang sekaligus. Kalau semuanya berubah, kamu tidak akan tahu pemindahan mana yang bekerja.

Supaya pemindahan tidak merusak catatan stok, susunan di gudang atau rak belakang juga perlu mengikuti. Pendekatannya dibahas di artikel soal mengatur gudang kecil.

Batas yang Sebaiknya Tidak Dilewati

Semua teknik di atas hanya mengatur apa yang terlihat lebih dulu. Begitu berubah menjadi menyulitkan pembeli, hasilnya berbalik.

Jangan menyembunyikan barang murah di sudut tergelap supaya orang terpaksa membeli yang mahal. Pembeli yang merasa dipaksa jarang kembali, dan kabar seperti itu cepat beredar di lingkungan sekitar.

Jangan pula memperpanjang jalur dengan sengaja sampai melelahkan. Memutar sedikit masih wajar, memutar seluruh toko untuk mengambil satu barang kebutuhan harian terasa seperti dipermainkan.

Kenapa Bisnismu Harus Pakai Halo AI

Penempatan rak mengatur apa yang ditemukan pembeli di dalam toko. Tetapi banyak pembeli sudah memutuskan isi keranjangnya sebelum berangkat, dan di tahap itu Halo AI yang bekerja.

Pertanyaan khas sebelum datang adalah soal ketersediaan ukuran, merek, dan harga. Dijawab seketika dengan informasi yang kamu tetapkan, pembeli datang dengan daftar yang lebih panjang daripada kalau dia datang tanpa persiapan.

Halo AI juga bisa menyebutkan barang pendamping dengan cara yang sama seperti rak yang dikelompokkan menurut kebutuhan: menanyakan keperluannya, lalu menyebut dua barang yang biasa diperlukan bersama. Logikanya identik, hanya tempatnya berbeda.

Untuk pelanggan di sekitar toko, percakapan itu bisa berlanjut menjadi pesanan antar, termasuk paket yang di rak kamu pajang berdampingan. Jalur penjualan kedua ini tidak menuntut ruang tambahan.

Dan karena semua pertanyaan tercatat, kamu tahu barang apa yang paling sering dicari tetapi sulit ditemukan di tokomu. Itu daftar paling berguna untuk menentukan rak mana yang perlu digeser pekan depan.

Kesimpulan: Memindahkan Lebih Murah daripada Membeli

Sebagian besar kenaikan nilai belanja di toko fisik datang dari penempatan, bukan dari tambahan stok atau diskon. Biayanya hampir nol, dan hasilnya terbaca dalam dua pekan.

Mulai dari memetakan jalur sebenarnya, melapangkan tiga langkah pertama, dan memindahkan satu barang bermargin baik ke zona mata. Tiga hal itu bisa dikerjakan dalam satu hari tutup.

Lalu uji satu pemindahan dalam satu waktu dan catat hasilnya pada periode yang setara, misalnya sama-sama pekan tanggal muda.

Kalau sebagian pembelimu menyusun keranjang lewat chat sebelum datang, lengkapi bisnismu dengan Halo AI agar penempatan di rak dan jawaban di percakapan mengarah ke keputusan yang sama.

Posted in

Discover more from Halo AI | AI Sales No.1

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading