Seseorang bekerja dengan laptop di kafe

Hanya Ada Tiga Cara Menumbuhkan Omzet

Kalau disederhanakan, omzet cuma punya tiga tuas: menambah jumlah pembeli, membuat pembeli membeli lebih sering, atau membuat setiap pembelian bernilai lebih besar.

Hampir semua energi pemilik usaha tercurah pada tuas pertama. Iklan ditambah, konten diperbanyak, marketplace dibuka di mana-mana, semuanya untuk mendatangkan orang baru.

Padahal tuas pertama adalah yang paling mahal. Setiap pembeli baru menuntut biaya untuk ditemukan, diyakinkan, dan dilayani dari nol.

Tuas ketiga jauh lebih murah karena bekerja pada orang yang sudah ada di depanmu. Nama tekniknya average order value, atau nilai rata-rata setiap transaksi.

Menghitung AOV Bisnismu Sendiri

Perhitungannya sederhana dan bisa kamu lakukan malam ini juga dengan catatan penjualan yang sudah ada.

Ambil total penjualan satu bulan, lalu bagi dengan jumlah transaksi di bulan yang sama. Hasilnya adalah average order value bisnismu.

Kalau bulan lalu kamu menjual sepuluh juta dari dua ratus transaksi, artinya rata-rata setiap orang berbelanja lima puluh ribu. Angka itu sekarang jadi titik awalmu.

Jangan berhenti pada rata-rata. Lihat juga transaksi terbesar dan terkecilmu bulan itu, karena satu pesanan borongan bisa membuat rata-rata terlihat sehat padahal sebagian besar transaksi sangat kecil.

Hitung juga secara terpisah per kanal, misalnya WhatsApp dan marketplace. Selisihnya sering besar dan langsung memberi tahu di mana ruang perbaikanmu paling luas.

Kenapa AOV Lebih Mudah Digerakkan

Menaikkan jumlah pembeli sebesar sepuluh persen menuntut usaha di luar bisnismu: iklan, jangkauan, algoritma yang tidak bisa kamu kendalikan.

Menaikkan AOV sepuluh persen menuntut usaha di dalam bisnismu: cara menawarkan, susunan katalog, dan satu kalimat tambahan di percakapan yang memang sudah terjadi.

Efeknya pun lebih langsung ke laba. Biaya melayani satu transaksi hampir sama besarnya, entah nilainya lima puluh ribu atau tujuh puluh ribu, sehingga tambahan itu sebagian besar jadi keuntungan.

Karena itu banyak bisnis kecil menemukan bahwa bulan terbaik mereka bukan bulan dengan pembeli terbanyak, melainkan bulan ketika setiap pembeli membawa pulang lebih banyak barang.

Dari seratus transaksi sebulan, kenaikan sepuluh ribu per transaksi sudah berarti satu juta tambahan tanpa satu pun pembeli baru.

Meja kerja dilihat dari atas dengan laptop dan kopi
Meja kerja dilihat dari atas dengan laptop dan kopi. Foto: Unsplash

Enam Cara yang Bisa Dimulai Minggu Ini

Tidak satu pun dari cara berikut menuntut modal tambahan. Semuanya bekerja pada percakapan dan katalog yang sudah kamu miliki.

  • Tawarkan versi yang lebih besar. Ukuran jumbo, isi ganda, atau durasi langganan lebih panjang dengan harga per satuan lebih hemat.
  • Sarankan pelengkap yang masuk akal. Satu barang saja, yang benar-benar berhubungan dengan yang sedang dibeli.
  • Buat ambang gratis ongkir. Pembeli akan menambah barang untuk mencapainya, dan tambahan itu sering lebih besar dari ongkir yang kamu tanggung.
  • Susun paket. Gabungan barang yang biasa dipakai bersamaan hampir selalu menaikkan nilai transaksi.
  • Sediakan tingkatan layanan. Untuk jasa, hadirkan pilihan standar dan lengkap agar pembeli membandingkan ke atas.
  • Tawarkan stok untuk sebulan. Untuk barang habis pakai, ajakan membeli persediaan sering diterima karena menghemat ongkir dan waktu.

Pilih satu saja untuk dicoba lebih dulu. Menjalankan enam sekaligus membuatmu tidak tahu mana yang benar-benar bekerja.

Ambang Gratis Ongkir dan Cara Menentukannya

Dari semua cara di atas, ini yang paling cepat memberi hasil di pasar Indonesia, asal angkanya dipilih dengan benar.

Menentukan Angkanya

Letakkan ambangnya sedikit di atas AOV-mu saat ini, kira-kira dua puluh sampai tiga puluh persen lebih tinggi. Kalau rata-rata belanja lima puluh ribu, ambang enam puluh lima ribu masih terasa mudah dicapai.

Ambang yang terlalu tinggi justru diabaikan karena terasa mustahil, dan pembeli malah membeli lebih sedikit karena merasa kalah sebelum mencoba.

Menyampaikannya di Waktu yang Tepat

Sebutkan ketika pembeli sudah menentukan barangnya, bukan di awal percakapan. “Belanjaannya lima puluh delapan ribu, tambah dua belas ribu lagi ongkirnya gratis” bekerja jauh lebih baik daripada mengumumkan syaratnya lebih dulu.

Sertakan saran barang yang harganya pas dengan selisihnya. Pembeli yang harus memikirkan sendiri apa yang mau ditambah sering memilih tidak menambah apa-apa.

Pria bekerja dengan laptop di sofa dekat jendela
Pria bekerja dengan laptop di sofa dekat jendela. Foto: Unsplash

Menaikkan AOV Tanpa Membuat Orang Merasa Dipaksa

Batas antara membantu dan mendesak lebih tipis daripada yang dibayangkan. Dua aturan berikut menjaga jaraknya.

Satu Tawaran, Bukan Tiga

Setiap tambahan yang kamu sebutkan menambah beban berpikir pembeli. Tiga saran sekaligus membuat orang menunda seluruh keputusan, termasuk pembelian utamanya.

Pilih satu barang yang paling relevan, sebutkan sekali, lalu terima jawabannya. Kalau ditolak, jangan ditawarkan ulang di percakapan yang sama.

Alasan Selalu Menyertai Tawaran

“Mau tambah ini?” terasa seperti jualan. “Biasanya dipakai bareng supaya tidak cepat rusak” terasa seperti saran, meski barang yang ditawarkan sama persis.

Alasan yang jujur juga melindungimu. Pembeli yang menambah barang karena penjelasan yang masuk akal jarang menyesal, dan penyesalan adalah sumber utama retur.

Angka Pendamping yang Wajib Ikut Dipantau

AOV yang naik belum tentu kabar baik kalau dilihat sendirian. Tiga angka berikut perlu dibaca bersamaan.

Pertama, jumlah transaksi. Kalau AOV naik tetapi jumlah transaksi turun lebih tajam, artinya kamu sedang menyeleksi pembeli, bukan menumbuhkan bisnis.

Kedua, tingkat retur dan pembatalan. Tambahan yang dipaksakan biasanya muncul kembali beberapa minggu kemudian dalam bentuk komplain.

Ketiga, frekuensi pembelian ulang. Bisnis yang sehat menaikkan AOV tanpa membuat orang lebih jarang kembali, dan hubungan antara nilai dan keberulangan ini dibahas di artikel tentang customer lifetime value.

AOV Berbeda untuk Setiap Jenis Pembeli

Satu angka rata-rata untuk seluruh bisnis sering menyembunyikan hal-hal penting. Memecahnya sedikit saja biasanya langsung memberi arah perbaikan.

Pisahkan pembeli baru dan pembeli lama. Di kebanyakan bisnis kecil, pembeli lama berbelanja lebih besar karena sudah percaya, dan itu berarti usaha menaikkan AOV paling efektif diarahkan ke mereka.

Pisahkan juga menurut waktu. Belanja di awal bulan hampir selalu lebih besar daripada di akhir bulan, sehingga tawaran paket lengkap sebaiknya digencarkan saat tanggal muda.

Terakhir, pisahkan menurut kanal. Pembeli dari WhatsApp biasanya lebih terbuka pada saran tambahan karena ada percakapan, sementara pembeli marketplace lebih bergantung pada tampilan katalog dan ambang gratis ongkir.

Kesalahan yang Membuat AOV Naik Semu

Beberapa cara memang menaikkan angka di laporan tanpa menaikkan uang yang benar-benar kamu bawa pulang.

Menaikkan harga lalu menyebutnya kenaikan AOV adalah yang paling umum. Angkanya memang naik, tetapi mekanismenya berbeda dan risikonya jatuh pada jumlah pembeli.

Menggabungkan beberapa pesanan kecil menjadi satu nota juga membuat AOV terlihat naik tanpa ada perubahan nyata pada perilaku pembeli.

Pastikan juga kamu membandingkan periode yang setara. Membandingkan AOV bulan Ramadan dengan bulan biasa akan memberi kesimpulan yang keliru tentang apa yang sebenarnya bekerja.

Dan yang paling merugikan, memberi potongan besar untuk mendorong pembelian dalam jumlah banyak. Nilai transaksi naik, laba per transaksi turun, dan kamu bekerja lebih keras untuk hasil yang sama.

Kenapa Bisnismu Harus Pakai Halo AI

Menaikkan AOV bergantung pada satu hal yang sulit dijaga manusia sepanjang hari: menawarkan tambahan yang tepat di setiap percakapan, tanpa terlewat dan tanpa berlebihan. Halo AI menjalankan bagian itu dengan konsisten.

Saat pembeli menyebut barang yang dia mau, saran pelengkap yang relevan bisa muncul di percakapan yang sama, lengkap dengan alasan singkat kenapa barang itu cocok.

Ambang gratis ongkir juga dihitung otomatis. Pembeli langsung diberi tahu berapa selisihnya dan barang apa yang harganya pas untuk menutup selisih itu.

Pesanan yang sudah disusun tetapi belum dibayar tidak dibiarkan hilang begitu saja, sebuah kebocoran yang dibahas di artikel tentang menyelamatkan keranjang belanja yang ditinggalkan.

Semua percakapan tercatat, sehingga kamu bisa melihat saran mana yang paling sering diterima dan mana yang selalu ditolak, lalu memperbaiki daftar tawaranmu berdasarkan kenyataan.

Kesimpulan: Tumbuh dari Pembeli yang Sudah Ada

Average order value adalah tuas pertumbuhan yang paling sering diabaikan justru karena tidak membutuhkan hal baru. Ia bekerja pada percakapan dan pembeli yang sudah kamu miliki hari ini.

Hitung angkamu bulan ini, pilih satu cara untuk dicoba, dan jalankan selama empat minggu penuh sebelum menilai hasilnya.

Jangan lupa membaca angka pendampingnya. AOV yang naik sambil menjaga jumlah transaksi dan pembelian ulang adalah pertumbuhan yang benar-benar sehat, seperti diulas di artikel tentang memaksimalkan nilai setiap pelanggan lewat repeat order.

Kalau kamu ingin setiap percakapan menawarkan tambahan yang tepat tanpa harus diawasi, lengkapi bisnismu dengan Halo AI, dan biarkan nilai transaksimu tumbuh dari lalu lintas yang sudah ada.

Posted in

Discover more from Halo AI | AI Sales No.1

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading