pria muda tersenyum mengenakan kaus putih

Angka yang Terlihat Bagus di Laporan

Di akhir bulan kamu membuka laporan iklan dan melihat ROAS 4. Artinya setiap satu rupiah yang dibelanjakan menghasilkan empat rupiah penjualan. Terdengar sehat.

Tapi saat mengecek saldo rekening, uangnya tidak terasa bertambah. Stok berkurang, tim sibuk, pesanan memang naik, namun kas tetap ketat seperti bulan-bulan sebelumnya.

Selisih antara laporan yang bagus dan kas yang seret inilah yang membuat banyak pemilik usaha bingung. Mereka merasa datanya berbohong.

Datanya tidak berbohong. Ia hanya menjawab pertanyaan yang berbeda dari pertanyaan yang sebenarnya ingin kamu tanyakan.

Apa yang Diukur ROAS, dan Apa yang Tidak

ROAS adalah perbandingan antara nilai penjualan yang tercatat dengan biaya iklan yang dikeluarkan. Rumusnya cuma itu, tidak lebih.

Yang tidak dihitung di dalamnya: harga pokok barangmu, ongkos kemasan, ongkir yang kamu tanggung, biaya admin, potongan platform, dan waktu tim yang membalas chat.

Jadi ROAS bukan ukuran untung. Ia ukuran seberapa efisien iklanmu mendatangkan omzet, dan omzet bukan uang yang kamu bawa pulang.

Salah paham ini sederhana tetapi mahal. Banyak bisnis menaikkan anggaran iklan karena ROAS-nya bagus, lalu heran kenapa kasnya justru makin sesak.

Ada juga jebakan arah sebaliknya. Menaikkan anggaran hampir selalu menurunkan ROAS, karena orang yang paling mudah dijangkau sudah habis lebih dulu. Penurunan itu wajar dan bukan tanda iklanmu rusak, selama masih di atas titik impas.

Kenapa ROAS 4 Bisa Berarti Rugi

Jawabannya ada pada margin. Angka ROAS yang sama bisa berarti untung besar di satu bisnis dan rugi di bisnis lain.

Margin Menentukan Segalanya

Anggap kamu menjual barang seharga seratus ribu dengan modal barang tujuh puluh ribu. Margin kotormu tiga puluh ribu, atau tiga puluh persen.

Kalau ROAS-mu 4, artinya kamu mengeluarkan dua puluh lima ribu iklan untuk menghasilkan seratus ribu penjualan. Margin tiga puluh ribu dikurangi iklan dua puluh lima ribu menyisakan lima ribu, dan itu belum dipotong ongkir serta kemasan.

Sebaliknya, bisnis jasa dengan margin tujuh puluh persen akan sangat untung dengan ROAS yang sama. Karena itu membandingkan ROAS-mu dengan ROAS bisnis orang lain hampir selalu sia-sia.

Biaya yang Tidak Pernah Masuk Hitungan

Ada biaya yang jarang dicatat tetapi nyata: ongkir yang kamu gratiskan, potongan promo marketplace, biaya pembuatan konten iklan, dan gaji admin yang membalas lonjakan chat.

Kalau semua itu tidak dimasukkan, laporanmu akan selalu terlihat lebih sehat daripada kenyataannya.

Teknisi perempuan mengoperasikan mesin produksi
Teknisi perempuan mengoperasikan mesin produksi. Foto: Unsplash

Menghitung Titik Impas Bisnismu Sendiri

Sebelum menilai ROAS, kamu perlu tahu angka minimum yang membuatmu tidak rugi. Angka ini berbeda untuk setiap bisnis dan hanya perlu dihitung sekali.

Caranya sederhana: bagi angka satu dengan persentase margin kotormu. Kalau marginmu tiga puluh persen, titik impasmu ada di sekitar 3,3. Kalau marginmu lima puluh persen, titik impasnya 2.

Artinya, bisnis dengan margin tiga puluh persen yang mencatat ROAS 3 sebenarnya sedang rugi tipis, meski laporannya terlihat wajar.

Setelah tahu titik impasmu, tempelkan angka itu di tempat yang terlihat. Semua keputusan menaikkan atau menghentikan iklan sebaiknya mengacu ke sana, bukan ke perasaan bahwa “ROAS-nya lumayan”.

Perlu diingat, titik impas bukan target. Ia hanya batas bawah. Target yang wajar biasanya berada cukup jauh di atasnya supaya masih ada sisa untuk gaji, sewa, dan hal tak terduga.

Hitung ulang angka ini setiap kali harga modalmu berubah. Kenaikan harga bahan yang terlihat kecil bisa menggeser titik impas cukup jauh tanpa kamu sadari.

Masalah Atribusi Saat Closing Terjadi di Chat

Di Indonesia, sebagian besar iklan tidak berakhir di halaman pembayaran. Ia berakhir di WhatsApp, dan di situlah pencatatannya mulai kabur.

Platform iklan hanya bisa mencatat berapa orang menekan tombol dan mengirim pesan pertama. Apakah pesan itu berubah jadi transfer, mereka tidak tahu.

Akibatnya laporan platform hampir selalu bercerita separuh. Kamu tahu biaya per chat masuk, tetapi tidak tahu berapa dari chat itu yang benar-benar membayar.

Menutup celah ini tidak perlu perangkat mahal. Cukup catat setiap hari berapa chat yang datang dari iklan dan berapa yang berakhir jadi pesanan. Cara berpikirnya mirip dengan yang dibahas di panduan menghitung ROI dengan jujur.

Seseorang menyusun catatan tempel di dinding kaca
Seseorang menyusun catatan tempel di dinding kaca. Foto: Unsplash

Rentang Waktu yang Kamu Pilih Mengubah Angkanya

Satu hal yang jarang disadari: ROAS berubah drastis tergantung periode yang kamu lihat.

Untuk barang murah yang dibeli tanpa banyak berpikir, laporan mingguan sudah cukup mewakili. Tapi untuk jasa renovasi, konveksi, atau paket perjalanan, keputusan bisa memakan waktu dua sampai empat minggu.

Kalau kamu menilai iklan jasa dengan laporan tiga hari, hampir pasti kesimpulannya buruk dan iklannya dimatikan terlalu cepat. Padahal pesanannya baru masuk dua minggu kemudian.

Sesuaikan rentang waktu penilaian dengan lamanya orang biasanya memutuskan di bisnismu. Kalau belum tahu, catat saja jarak hari antara chat pertama dan pembayaran selama sebulan.

Penjualan yang Sebenarnya Bukan dari Iklan

Sisi sebaliknya juga perlu diwaspadai. Sebagian penjualan yang diklaim iklan sebenarnya akan tetap terjadi tanpa iklan sama sekali.

Pelanggan langgananmu yang setiap bulan memesan bisa saja kebetulan menekan iklanmu sebelum memesan. Platform mencatatnya sebagai hasil iklan, padahal dia memang sudah berniat membeli.

Ini terjadi terutama di kampanye yang menargetkan orang yang sudah mengenalmu. Angkanya terlihat paling bagus, justru karena sasarannya orang yang paling mudah membeli.

Cara paling praktis memeriksanya adalah dengan mematikan satu kampanye selama satu minggu penuh, lalu melihat apakah total pesanan benar-benar turun. Kalau tidak berubah, kamu baru saja menemukan anggaran yang bisa dihemat.

Kebiasaan Kecil yang Membuat Laporan Menipu

Selain salah rumus, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang membuat angkamu tidak bisa dipercaya.

Yang pertama, mencampur semua kampanye dalam satu laporan. Kampanye untuk pembeli baru dan kampanye untuk pelanggan lama punya sifat yang jauh berbeda, dan menggabungkannya menyembunyikan mana yang benar-benar bekerja.

Yang kedua, mengubah anggaran, gambar, dan sasaran dalam minggu yang sama. Ketika angkanya berubah, kamu tidak akan pernah tahu penyebabnya yang mana.

Yang ketiga, membandingkan bulan yang tidak setara. Bulan dengan tanggal kembar, libur sekolah, atau Ramadan punya pola belanja sendiri, jadi bandingkanlah dengan periode serupa tahun sebelumnya, bukan dengan bulan sebelumnya.

Yang keempat, lupa mencatat pesanan yang datang lewat jalur lain. Orang yang melihat iklanmu lalu memesan langsung ke toko fisik tidak akan pernah muncul di laporan platform mana pun.

Angka Pendamping yang Perlu Dilihat Bersamaan

ROAS tidak pernah cukup dibaca sendirian. Beberapa angka lain membuat gambarannya jauh lebih jujur:

  • Biaya per chat masuk, untuk tahu berapa mahal satu percakapan.
  • Persentase chat yang berakhir jadi pesanan, untuk tahu kualitas percakapannya.
  • Nilai rata-rata satu pesanan, karena menaikkan angka ini sering lebih mudah daripada menurunkan biaya iklan.
  • Berapa persen pembeli yang memesan lagi dalam tiga bulan.

Angka terakhir yang paling sering dilupakan. Iklan dengan ROAS 2 tetapi menghasilkan pelanggan yang memesan berulang bisa jauh lebih berharga daripada ROAS 5 dari pembeli yang tidak pernah kembali.

Daftar angka lain yang layak dipantau rutin bisa kamu lihat pada pembahasan tentang KPI yang wajib dipantau.

Kenapa Bisnismu Harus Pakai Halo AI

Sebagian besar kekaburan dalam laporan iklan terjadi di ruang yang sama, yaitu kolom chat setelah orang menekan iklanmu. Halo AI bekerja tepat di ruang itu, dan karena itu ikut merapikan angkanya.

Setiap chat yang masuk dari iklan dibalas seketika. Ini penting bukan hanya untuk penjualan, tetapi juga untuk keakuratan penilaian: iklan yang chat-nya lambat dibalas akan selalu terlihat buruk, padahal yang bermasalah bukan iklannya.

Semua percakapan juga tercatat rapi, mulai dari sumber chat sampai apakah berakhir dengan pesanan. Kamu jadi punya angka konversi yang nyata, bukan hanya biaya per pesan dari laporan platform.

Dengan catatan itu, keputusan menaikkan atau menghentikan sebuah kampanye punya dasar yang jelas. Kamu bisa melihat kampanye mana yang mendatangkan penanya serius dan mana yang hanya mendatangkan keramaian.

Cara membaca data percakapan menjadi keputusan bisnis dibahas lebih dalam di artikel tentang mengubah data percakapan jadi keputusan bisnis.

Kesimpulan: Ukur Untung, Bukan Sekadar Omzet

ROAS berguna, tetapi hanya sebagai salah satu petunjuk. Ia mengukur omzet dibanding biaya iklan, dan berhenti sampai di situ.

Yang menentukan bisnismu sehat atau tidak adalah margin setelah semua biaya nyata dipotong. Karena itu hitung titik impasmu sendiri lebih dulu, dan nilai setiap kampanye dengan angka itu.

Perbaiki juga bagian yang paling sering luput, yaitu pencatatan apa yang terjadi setelah orang mengirim chat. Di situ letak separuh cerita yang selama ini hilang dari laporanmu.

Dan supaya setiap rupiah iklan tidak berhenti di pesan yang tidak terbalas, lengkapi bisnismu dengan Halo AI, agar laporanmu bercerita utuh dari klik sampai transfer.

Posted in

Discover more from Halo AI | AI Sales No.1

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading