Mesin tik dengan kertas bertuliskan machine learning

Ramai Pelamar, Sepi Kandidat

Coba ingat iklan lowongan terakhir yang kamu pasang. Kemungkinan besar isinya mirip dengan ribuan iklan lain: nama posisi, daftar kualifikasi, lalu kalimat penutup “kirim CV ke nomor berikut”.

Iklan seperti itu biasanya tetap mendatangkan pelamar. Masalahnya, yang datang adalah orang yang melamar ke semua lowongan sekaligus, bukan orang yang benar-benar tertarik pada pekerjaan yang kamu tawarkan.

Akibatnya kamu menghabiskan malam menyortir puluhan berkas yang seragam, lalu memanggil beberapa orang yang ternyata tidak paham pekerjaannya seperti apa. Waktu habis di tahap yang seharusnya paling murah.

Iklan lowongan sebenarnya sama saja dengan materi penjualan. Bedanya, yang kamu jual adalah pekerjaan, dan pembelinya adalah orang yang punya pilihan lain.

Satu Iklan, Dua Pembaca yang Berbeda

Setiap iklan lowongan dibaca oleh dua kelompok. Kelompok pertama adalah pelamar massal yang mengirim berkas ke mana saja tanpa membaca detail.

Kelompok kedua adalah orang yang sedang memilih dengan hati-hati. Mereka membaca sampai habis, membayangkan hari kerjanya, lalu memutuskan apakah pekerjaan ini pantas ditukar dengan pekerjaan yang sekarang.

Iklan yang baik ditulis untuk kelompok kedua. Efek sampingnya menyenangkan: semakin spesifik iklanmu, semakin sedikit pelamar asal-asalan yang masuk, dan semakin ringan pekerjaan menyortirnya.

Judul Lowongan: Pakai Nama yang Benar-benar Dicari Orang

Judul adalah satu-satunya bagian yang pasti dibaca. Sayangnya di sinilah usaha kecil paling sering keliru, dengan memakai sebutan internal yang tidak dikenal siapa pun di luar.

Sebutan seperti “Partner Pertumbuhan” atau “Panglima Gudang” mungkin terasa akrab di timmu, tetapi tidak ada orang yang mengetiknya di kolom pencarian. Pakai nama yang lazim: Admin Penjualan, Staf Gudang, Penjahit, Barista, Customer Service.

Tambahkan dua keterangan yang paling menentukan keputusan orang untuk membaca lebih jauh: lokasi dan bentuk kerjanya. “Admin Penjualan WhatsApp (Full Time, Bekasi)” bekerja jauh lebih baik daripada “Dicari Admin Handal”.

Seseorang menyusun catatan tempel di dinding kaca
Seseorang menyusun catatan tempel di dinding kaca. Foto: Unsplash

Tiga Bagian yang Paling Sering Ditulis Asal

Kalau kamu hanya sempat memperbaiki tiga hal dalam iklanmu, perbaiki tiga bagian ini.

Deskripsi Tugas yang Terlalu Umum

“Bertanggung jawab atas operasional harian” tidak memberi tahu apa pun. Orang tidak bisa membayangkan dirinya mengerjakan kalimat itu.

Ganti dengan gambaran hari kerja yang nyata. “Membalas sekitar delapan puluh chat masuk per hari, mencatat pesanan ke spreadsheet, dan menyiapkan daftar kirim sebelum jam tiga sore” langsung memberi calon pelamar bahan untuk menilai diri sendiri.

Kualifikasi yang Disalin dari Perusahaan Besar

Banyak iklan usaha kecil meminta minimal sarjana, pengalaman tiga tahun, dan menguasai berbagai aplikasi, padahal pekerjaannya bisa dipelajari dalam dua minggu.

Persyaratan berlebihan tidak menaikkan kualitas pelamar. Ia hanya membuat kandidat bagus yang belum punya gelar mengurungkan niat, sementara pelamar massal tetap mengirim berkas karena mereka memang tidak membaca.

Sifat yang Diminta Tanpa Cara Membuktikannya

Jujur, teliti, loyal, tahan tekanan. Tidak ada pelamar yang akan menulis bahwa dirinya ceroboh dan cepat bosan.

Kalau ketelitian memang penting, tunjukkan lewat cara melamar. Minta pelamar menyebutkan satu detail spesifik dari iklanmu di pesan pertamanya. Yang teliti akan lolos dengan sendirinya.

Sebutkan Angka Gajinya, atau Setidaknya Rentangnya

Kalimat “gaji dibicarakan saat wawancara” terlihat aman, tetapi sebenarnya memindahkan risiko ke pihak yang paling tidak sanggup menanggungnya.

Pelamar harus mengeluarkan ongkos transport dan izin dari pekerjaan lamanya hanya untuk mengetahui angka yang mungkin tidak cocok sejak awal. Sebagian besar kandidat bagus memilih tidak repot.

Menuliskan rentang, misalnya “gaji pokok tiga sampai empat juta tergantung pengalaman, ditambah uang makan harian”, justru menyaring dengan adil. Yang menganggapnya kurang tidak akan melamar, dan itu menghemat waktu semua orang.

Kalau memang belum sanggup menyebut angka besar, sebut saja apa adanya dan lengkapi dengan hal lain yang kamu punya: jam kerja yang pasti, libur mingguan yang benar-benar libur, atau lokasi yang dekat.

Tulis Bagian “Sehari-hari Kamu Akan…”

Bagian ini jarang ada di iklan usaha kecil, padahal paling menentukan. Tuliskan satu hari kerja dari pagi sampai pulang, apa adanya.

Contoh untuk posisi admin penjualan:

  • Pukul sembilan membuka WhatsApp dan membalas chat yang masuk semalam.
  • Menjelang siang mencatat pesanan yang sudah dibayar dan menyiapkan label kirim.
  • Sore mengurus pertanyaan resi dan keluhan pengiriman.
  • Menjelang tanggal kembar, jumlah chat bisa naik dua kali lipat selama beberapa hari.

Kalimat terakhir itu penting. Menyebut bagian yang berat sejak awal membuat pelamar yang tetap melanjutkan sudah siap secara mental, dan itu memangkas kemungkinan mereka berhenti di bulan pertama.

Ruang kantor modern yang lapang dan terang
Ruang kantor modern yang lapang dan terang. Foto: Unsplash

Buat Iklanmu Menyaring Sendiri

Penyaringan paling murah terjadi sebelum berkas masuk, bukan sesudahnya.

Beri Satu Instruksi Kecil di Cara Melamar

Minta pelamar mengirim pesan WhatsApp dengan format tertentu, misalnya diawali kode posisi dan kota tempat tinggalnya. Sederhana, tetapi langsung memisahkan yang membaca dari yang tidak.

Minta Satu Contoh Pekerjaan Nyata

Untuk posisi penjawab chat, kirimkan satu pertanyaan pembeli asli dan minta mereka membalasnya. Lima menit membaca jawaban itu memberimu gambaran yang lebih jujur daripada satu jam membaca riwayat hidup.

Jaga tugasnya tetap kecil dan tidak memakan waktu lebih dari sepuluh menit. Tugas seleksi yang berat justru mengusir kandidat bagus yang masih bekerja di tempat lain.

Yang Bisa Kamu Tawarkan Selain Angka Gaji

Usaha kecil jarang menang di angka. Tetapi ada beberapa hal yang justru lebih sulit disediakan perusahaan besar, dan itu layak ditulis terang-terangan di iklanmu.

Jam kerja yang benar-benar berakhir saat toko tutup, misalnya. Atau libur mingguan yang tidak diganggu telepon. Bagi banyak orang yang pernah bekerja di ritel atau restoran, dua hal ini bernilai lebih dari selisih beberapa ratus ribu rupiah.

Hal lain yang menarik adalah ruang untuk belajar banyak hal sekaligus. Di tim kecil, seorang admin bisa ikut melihat cara menghitung harga, memilih supplier, dan membaca laporan penjualan. Sebutkan itu kalau memang benar.

Yang penting, jangan menjanjikan sesuatu yang belum kamu jalankan. Iklan yang menjanjikan suasana kekeluargaan lalu berujung lembur tanpa kabar akan terbaca di ulasan bekas karyawan, dan kabar itu menyebar lebih cepat daripada iklanmu.

Di Mana Memasang dan Kapan

Untuk usaha kecil di Indonesia, jalur terdekat biasanya paling efektif. Grup WhatsApp warga, komunitas hobi, papan pengumuman sekolah kejuruan, dan pelanggan setia yang sudah paham produkmu.

Grup lowongan di media sosial memberi jangkauan paling luas, tetapi juga paling banyak pelamar massal. Pakai jalur ini kalau iklanmu sudah punya penyaring seperti yang dibahas di bagian sebelumnya.

Pasang iklan yang sama persis di semua kanal, lalu beri kode berbeda pada cara melamar untuk tiap kanal. Setelah dua kali merekrut, kamu akan tahu jalur mana yang benar-benar mengirim kandidat bagus dan jalur mana yang hanya menambah tumpukan.

Soal waktu, hindari memasang lowongan tepat di pekan libur panjang atau menjelang Lebaran, saat banyak orang menunda keputusan pindah kerja sampai tunjangan hari raya cair.

Kenapa Bisnismu Harus Pakai Halo AI

Kebanyakan lowongan di usaha kecil Indonesia lahir dari satu masalah yang sama: chat masuk terlalu banyak untuk ditangani sendiri. Halo AI menangani bagian itu, sehingga iklan lowonganmu bisa dibuat untuk pekerjaan yang benar-benar butuh manusia.

Pertanyaan harga, stok, ongkir, dan jam operasional dijawab seketika di WhatsApp, siang maupun tengah malam. Bagian pekerjaan yang paling melelahkan dan paling sedikit membutuhkan penilaian sudah hilang dari deskripsi tugas.

Isi lowonganmu pun berubah. Alih-alih mencari orang yang tahan membalas ratusan chat berulang, kamu bisa mencari orang yang pandai menangani keluhan, menawar, dan menutup pesanan besar. Pekerjaan seperti ini lebih menarik dan lebih mudah dipertahankan.

Karyawan baru juga lebih cepat siap kerja, karena jawaban standar sudah konsisten sejak hari pertama. Polanya mirip dengan yang dibahas di artikel tentang cara menggandakan closing tanpa menambah tim.

Dan sebelum memutuskan menambah gaji tetap, kamu bisa membandingkan dulu ongkosnya lewat ulasan soal harga upgrade ke AI dibanding menambah karyawan, supaya keputusan rekrutmu berangkat dari hitungan, bukan dari kelelahan.

Kesimpulan: Iklan yang Spesifik Menghemat Waktumu Dua Kali

Iklan lowongan yang baik tidak perlu panjang atau puitis. Ia hanya perlu jujur, spesifik, dan memakai nama posisi yang memang dicari orang.

Sebutkan gaji, gambarkan satu hari kerja apa adanya, dan selipkan satu instruksi kecil yang membuat pelamar tidak teliti gugur dengan sendirinya.

Hasilnya terasa dua kali. Pertama saat menyortir, karena berkas yang masuk jauh lebih relevan. Kedua di bulan ketiga, karena orang yang diterima tidak kaget dengan pekerjaannya.

Dan kalau lowongan yang sedang kamu tulis sebenarnya lahir dari chat yang menumpuk setiap malam, pertimbangkan dulu untuk menutup lubang itu bersama Halo AI, lalu rekrut orang untuk pekerjaan yang benar-benar layak dipegang manusia.

Posted in

Discover more from Halo AI | AI Sales No.1

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading