
Dalam beberapa tahun terakhir, live shopping menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang berkembang pesat di dunia e-commerce. Banyak brand, UMKM, hingga content creator memanfaatkan fitur live streaming di marketplace maupun media sosial untuk menjual produk secara langsung kepada audiens.
Fenomena ini tidak hanya mengubah cara orang berbelanja, tetapi juga membuka peluang besar bagi penjual untuk meningkatkan traffic, engagement, dan omzet secara signifikan.
Artikel ini akan membahas apa itu live shopping, mengapa tren ini semakin populer, bagaimana cara memulainya, serta potensi traffic dan omzet yang bisa dihasilkan berdasarkan data riset terpercaya.
Apa Itu Live Shopping?
Live shopping adalah metode penjualan produk melalui siaran langsung (live streaming) di platform digital seperti marketplace atau media sosial. Dalam sesi live, penjual dapat:
- Menjelaskan produk secara real-time
- Menunjukkan demo penggunaan produk
- Berinteraksi langsung dengan calon pembeli
- Menawarkan promo khusus selama live
Konsep ini sebenarnya sudah populer lebih dulu di China melalui platform seperti Taobao Live. Kini model tersebut juga berkembang pesat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA, sektor e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai 65 miliar dolar AS (sekitar Rp1.026 triliun) pada 2024, dan salah satu pendorong utama pertumbuhannya adalah fitur video commerce seperti live shopping.
Live shopping menjadi efektif karena menghadirkan pengalaman belanja yang lebih interaktif dibandingkan toko online biasa.
Bahkan, menurut data industri e-commerce, sekitar 60% konsumen melakukan pembelian spontan setelah menonton live shopping.
Cara Memulai Live Shopping
Jika kamu tertarik mencoba live shopping untuk bisnis, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.
1. Pilih Platform yang Tepat
Beberapa platform populer untuk live shopping di Indonesia adalah:
- TikTok Shop
- Shopee Live
- Instagram Live
- YouTube Live
Marketplace biasanya memiliki fitur checkout langsung sehingga memudahkan pembeli melakukan transaksi.
2. Siapkan Produk dan Script
Sebelum live dimulai, pastikan kamu sudah menyiapkan:
- Produk yang akan dipromosikan
- Script atau alur pembicaraan
- Promo khusus selama live
Misalnya:
- “Diskon 30% hanya selama live”
- “Gratis ongkir untuk 50 pembeli pertama”
3. Gunakan Setup Live yang Sederhana
Kamu tidak membutuhkan peralatan mahal untuk memulai live shopping.
Minimal yang diperlukan:
- Smartphone dengan kamera bagus
- Tripod
- Ring light atau pencahayaan yang cukup
- Mikrofon (opsional)
Yang terpenting adalah kualitas gambar dan suara cukup jelas.
4. Buat Jadwal Live Secara Konsisten
Live shopping yang sukses biasanya dilakukan secara rutin, misalnya:
- Setiap hari jam 19.00
- 3 kali seminggu
- Saat promo besar seperti tanggal kembar
Konsistensi membantu membangun audiens tetap.
5. Libatkan Audiens
Selama live berlangsung, jangan hanya menjelaskan produk.
Cobalah untuk:
- Membaca komentar penonton
- Menjawab pertanyaan
- Mengadakan giveaway kecil
Semakin aktif interaksi, semakin besar peluang penjualan.
Berapa Traffic dan Omzet dari Live Shopping?

Salah satu alasan live shopping begitu populer adalah potensinya dalam meningkatkan penjualan.
Beberapa data riset menunjukkan dampak yang cukup signifikan.
1. Tingkat Ketertarikan Konsumen Sangat Tinggi
Menurut data Kementerian Perdagangan, sekitar 80% konsumen tertarik melihat live shopping sebelum membeli produk.
Ini berarti live streaming menjadi salah satu cara efektif untuk menarik traffic ke toko online.
2. Durasi Tontonan Sangat Besar
Platform marketplace juga melaporkan peningkatan besar dalam konsumsi live shopping.
Sebagai contoh, fitur live streaming di marketplace telah ditonton hingga ratusan juta jam dalam satu tahun, menunjukkan tingginya minat pengguna terhadap format ini.
Semakin banyak penonton, semakin besar potensi konversi penjualan.
3. Potensi Omzet Sangat Besar
Di tingkat nasional, nilai transaksi e-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai Rp487 triliun pada 2024, dan live shopping menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan tersebut.
Untuk skala individu, banyak seller melaporkan bahwa satu sesi live dapat menghasilkan:
- puluhan hingga ratusan transaksi
- omzet jutaan hingga puluhan juta rupiah dalam satu sesi live
Hal ini sangat bergantung pada:
- jumlah penonton
- kualitas produk
- kemampuan host dalam menjual
Tips Agar Live Shopping Sukses
Agar live shopping menghasilkan traffic dan penjualan maksimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.
1. Gunakan host yang komunikatif
Host yang energik dan interaktif lebih menarik penonton.
2. Tampilkan produk secara jelas
Gunakan kamera dekat dan pencahayaan yang baik.
3. Berikan promo eksklusif saat live
Promo terbatas meningkatkan urgensi pembelian.
4. Gunakan storytelling
Ceritakan manfaat produk dan pengalaman pengguna.
5. Analisis performa live
Perhatikan metrik seperti jumlah penonton, komentar, dan konversi.
6. Jangan terlambat respons chat masuk
Salah satu hal yang membuat calon customer tertarik adalah ketika mereka menge-chat bisnismu dan menadapatkan jawaban dengan cepat. Sehingga mereka tidak keburu pindah ke kompetitor yang memberikan layanan customer experience lebih baik.
Halo AI Siap Bantu Bisnismu!
Salah satu tantangan terbesar dalam live shopping adalah menangani chat yang masuk dengan cepat, terutama ketika penonton sedang ramai bertanya tentang produk. Jika respons terlalu lama, calon pembeli bisa kehilangan minat atau bahkan berpindah ke kompetitor yang lebih responsif.
Di sinilah teknologi seperti AI sales agent dapat membantu bisnis tetap responsif tanpa harus menambah banyak tim customer service. Salah satu solusi yang mulai digunakan banyak bisnis adalah AI agent seperti Halo AI, yang mampu membalas chat pelanggan secara otomatis dengan percakapan yang terasa natural seperti manusia. Teknologi ini tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat membantu memberikan rekomendasi produk, melakukan upsell, hingga membantu closing secara otomatis.
Selain itu, AI agent seperti ini dapat bekerja 24/7 tanpa libur, sehingga setiap pesan dari calon pelanggan tetap terlayani meskipun tim kamu sedang tidak online. Dengan sistem yang terintegrasi ke berbagai channel seperti WhatsApp, Instagram, dan marketplace, bisnis dapat memastikan tidak ada peluang penjualan yang terlewat hanya karena keterlambatan membalas pesan.
Bagi bisnis yang mulai mendapatkan banyak traffic dari live shopping, penggunaan sistem otomatis seperti ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan customer experience sekaligus menjaga potensi penjualan tetap maksimal. Konsultasi dengan AI Expert kami sekarang!


Leave a Reply